Pertumbuhan EBT Berdampak Positif ke Industri Panel Listrik

panel listrik berkualitas elektrik panelindo

Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!

Pertumbuhan EBT Berdampak Positif ke Industri Panel Listrik

Liputan6.com, Jakarta Bisnis industri panel listrik diyakini bisa semakin moncer. Hal ini seiring dengan komitmen pemerintah yang ingin mengoptimalkan sumber energi baru dan terbarukan (EBT) sebagai sumber energi alternatif. Terlebih Indonesia menjadi salah satu negara dengan potensi sumber EBT sangat melimpah. 

Hal ini turut berdampak pada pemesanan saham IPO yang dialami oleh produsen panel listrik PT Semacom Integrated Tbk (SEMA). 

Perusahaan yang segera melantai di Bursa efek Indonesia awal pekan depan mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga 40x. Nilai oversubscribe tersebut merupakan hasil porsi pooling e-ipo Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) yang periodenya baru berakhir. 

“Minat, apresiasi, sekaligus kepercayaan pelaku pasar dan investor dalam pemesanan IPO itu menjadi modal kami menjadi lebih baik lagi setelah listing nanti dan turut membangun pasar modal Indonesia,” ujar Direktur Utama Semacom Rudi Hartono Intan dalam siaran persnya Jumat (7/1/2022). 

Rudi mengatakan saham perusahaan manufaktur panel listrik, perakitan baterai listrik, dan energi baru terbarukan (EBT) tersebut rencananya segera dicatatkan di papan bursa pada 10 Januari 2022 sehingga akan dapat ditransaksikan secara terbuka di pasar.

Pencatatan saham itu diagendakan seiring dengan baru berakhirnya masa penawaran umum perdana hingga 6 Januari 2022. Dalam rangkaian IPO, Semacom menawarkan 3,47 juta lot saham atau 347 juta saham baru yang setara 25,76 persen dari modal disetor setelah IPO.

Saham SEMA ditawarkan kepada investor pada harga penawaran Rp180 per lembar saham sehingga raihan nilai total IPO-nya mencapai Rp62,46 miliar.  

Selain menerbitkan saham baru, dalam IPO itu perseroan juga menerbitkan Waran Seri I dengan jumlah maksimal 173,50 juta Waran Seri I sebagai pemanis (sweetener) dengan harga pelaksanaan Waran Seri I sebesar Rp230 per saham.  

Terkait dengan kinerja keuangan, per Juni 2021 SEMA mampu mencetak pendapatan Rp60,9 miliar atau naik 33,76 persen dari Rp45,53 miliar pada Juni 2020.

Untuk laba bruto perseroan tercatat Rp19,36 miliar atau naik dari Rp13,82 miliar pada periode yang sama. Sedangkan untuk laba per saham yaitu sebesar Rp5,93 per lembarnya. Kemudian total aset perusahaan per Juni 2021 tercatat Rp146,95 miliar, terdiri dari aset lancar Rp118,47 miliar dan aset tidak lancar Rp28,48 miliar. Aset perusahaan meningkat dari Rp141,03 miliar pada periode yang sama setahun sebelumnya. 

Sumber : https://www.liputan6.com/bisnis/read/4854182/pertumbuhan-ebt-berdampak-positif-ke-industri-panel-listrik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *